Monolog Tak Terdengar

Monolog Tak Terdengar
Biarkan skizofrenia menjamah mewarnai mozaik-mozaik hidupku

Thursday, April 24, 2014

Sehari Tanpa Internet


Sehari tanpa internet? Dalam suatu keadaan aku pernah seharian tanpa internet, yaitu saat mendaki gunung, bahkan saat itu mungkin lebih dari sehari aku tidak bersinggungan dengan yang namanya internet. Untuk sekedar komunikasi menggunakan telepon genggam saja sangat sulit jika di gunung, apalagi koneksi internet.

Namun berbeda keadaan saat kita telah turun gunung dengan kata lain kita berada kembali dalam peradaban. Abad 21 ini, sehari tanpa internet kita pasti kelimpungan. Bagi mereka yang sudah kecanduan facebook, twitter atau sosial media yang ditawarkan di internet, sehari saja tidak beremu dengan koneksi internet pasti sangatlah merasa tersiksa.


Terlebih sekarang dipermudah dengan telepon genggam yang semakin canggih, dengan aplikasi atau fitur-fitur yang beraneka ragam kegunaannya. Dunia serasa seakan digenggaman tangan saja. Dengan hanya sekali sentuh dan geser semua seakan sudah mampu kita dapatkan. 


Lalu bagaimana jika kita dituntut untuk hidup tanpa internet meskipun itu hanya untuk satu hari saja? Pasti akan sangat berat, namun bukan berarti tidak bisa. Kita mengingat masa dulu jauh sebelum ketika internet menyerang. Kita baik-baik saja pada saat itu dan jika kita ingin membuktikannya pada masa sekarang, apakah kita juga akan tetap baik-baik saja walau tanpa internet? Pertanyaan ini hanya kita sendiri yang mampu menjawabnya.

Internet sesungguhnya bagai dua mata pisau, jika kita tidak bisa menggunakannya dengan bijaksana pasti akan sangat merugian baik untuk diri kita sendiri maupun orang lain. Namun jika kita menggunakannya dengan baik, pastilah internet akan sangat membantu kehidupan kita sehari-hari. Internet berdampak sangat besar bagi kehidupan.


Dalam berkomunikasi, mencari informasi, atau bahkan hanya sekedar hiburan semua mampu kita dapatkan di internet. Jadi intinya banyak hal mampu kita lakukan dengan fasilitas dari internet. Karena begitu banyak hal yang mampu kita lakukan dengan internet maka menggunakan internet untuk hal-hal yang positif pasti akan mendetangkan berbagai manfaat bagi kehidupan. 




Sebenarnya aku ingin menulis untuk sebuah lomba menulis di Blog, tapi ternyata salah satu syarat dan ketentuan lomba tersebut yaitu isi tulisan harus menjelaskan pentingnya mengajarkan internet. Tapi ternyata bagi aku sendiri masih belum terlalu sefanatik itu pada internet, intinya aku masih belum paham betul seberapa penting internet, jadi bagaimana mau mengajarkan internert? kalo aku sendiri masih perlu diajari.

Selain itu pemenang juga diutamakan bagi pengguna telkomsel, sedangkan aku tidak menggunakan telkomsel. Intinya lomba ini bertentangan dengan apa yang aku percayai selama ini, mungkin iya promosi dari kompetisi blog ini adalah provider tersebut tetapi aku merasa tidak memiliki semangat menulis ketika harus memuji-muji sebuah nama sedangkan dalam hatiku sendiri aku tidak benar-benar menyukainya. Intinya aku tidak ingin munafik, tapi tetap aku ingin menulis, dan inilah tulisanku apa adanya. Tanpa harus terjerat oleh syarat dan ketentuan yang ada, karena mottoku menulis adalah untuk menuliskan apa yang ingin aku tulis bukannya apa yang ingin kamu baca.


No comments:

Post a Comment