Tapi sepertinya aku telah sampai, saatnya aku turun. Dan hanya stasiun senyap yang menyambutku.
"Saat aku putuskan kamu, aku sarankan pacaran lah dengan odong-odong sayang, biar kamu selalu bahagiya" kalimatku yang sengal terjungkal oleh malam, sambil tersenyum getir kuangkat seluruh persendian kakiku yang kaku.
Mengingat semua masa bersama saat kamu hanya datang ketika aku tersenyum ceria tapi saat aku dengan langkah gontai menghapiri kamu, berharap pada sebuah bahu yang mau ikhlas untuk kusandari letihku, merebah lelah, melebur resah, disana.
Tapi kau keburu terpejam sayang. Sudah tidurkah kau sayang? Atau itu hanya alasanmu saja, karena kau malas bergulung pada raut mukaku yang letih dan hanya suka meneguk ceria yang bergelora dari senyum dan semangatku. Tapi aku manusia biasa sayang.
Iya, sepertinya kamu memang bukan orang yang suka mendengarkan kisah sedih. Ya sudah, biar kukemasi lukaku sendiri.
Tidurlah jika kau sudah ngantuk, akan ku bisikan langsung ketelinga Tuhan agar Dia melindungi tidurmu dan memberikan mimpi yang indah pada tidurmu, hingga kamu terbangun dipagi yang cerah.
Akupun setelah itu akan diam, menekuk kaki dan memeluknya dalam ringkuk. Menenggelamkan wajahku diantara kakiku sendiri, mengahayati tiap sakit lapis sakit.
Bagiku sudah terpelihara semua berbingkai airmata dalam malam sunyi seperti mendekap hati. Disitu kumenitip hati.
Tersadar dari tersandar ditembok stasiun, kuhela nafas agar sedikit lega, karena helaan nafas ini adalah spasi yang begitu berhati, memberi ruang untuk sebuah arti. Namun tetap suwung, kegamangan menatap stasiun menyergapku.
Sudah kubeli tiket tak bernama lagi, dari loket yang antah brantah. Entah kereta apa yang akan kunaiki nanti, dan entah akan membawaku kemana, entah dilokomotif entah juga, entahlah.
Aku tak lagi paham ini sebuah kepasrahan atau keikhlasan dalam menerima secarik takdir yang dilemparkan sebegitu sekenanya. "Ah sudah doakan sajalah" kataku sambil menatap ke kanan, terlihat sebuah kereta yang lampunya membelah gelapnya malam.
Semarang, 4 September 2013

No comments:
Post a Comment