Senja datang dengan diam-diam menutup kedua mata Embun dari belakang sambil berkata "ayo tebak siapa?" dan seperti biasanya Embun menjawabnya dengan senyuman. Tak lama Senja pun melepaskan tangannya dari Embun lalu duduk didepan Embun. Kedua sahabat itu pun berbincang dengan akrabnya. Sambil menatap dalam pada Senja, Embun dengan wajah serius bertanya "kamu ingin cinta yang seperti apa, Nja?". Karena tak terbiasa dengan pertanyaan seperti itu maka Senja pun tak segera menjawab, meskipun sebenarnya mudah saja bagi Senja untuk menjawab asal-asalan seperti ia biasanya, namun melihat mimik muka Embun yang serius tak urung juga membuat Senja sedikit berpikir sebelum menjawab hingga menghadirkan kerutan didahinya. Lalu setelah menyeruput kopinya Embun malah menjawab pertanyaannya sendiri "aku ingin satu cinta yang selamanya, kan ku simpan disini" sambil dia menunjuk dadanya sendiri. "Dasar egois lu" kata Senja sambil ngelempar kulit kacang ke kepala Embun, tapisetelah itu Senja pun juga memakai raut muka yang serius sambilmelihat ke angkasa terbentang dengan bintang gemintang yang berusaha menampakan dirinya diantara selimut langit yang menggelap "seperti ramainya bintang dilangit, aku ingin jutaan cinta yang berterbangan mengelilingiku, surut dan pasang, terang dan redup, silih berganti biar datang dan pergi, bergulir tanpa monoton" lalu Senja pun tertawa ceria begitu lepasnya. "Dengan begitu hidup akan berwarna" katanya lagi tanpa menghiraukan malam yang sudah siap meringkusnya dengan selimut gelap.

No comments:
Post a Comment