Monolog Tak Terdengar

Monolog Tak Terdengar
Biarkan skizofrenia menjamah mewarnai mozaik-mozaik hidupku

Tuesday, November 12, 2013

Kisah Picisan

Hari itu aku terburu-buru pulang, hingga melupakan buku tulisku yang masih tertinggal di kelas. Sebelum genap lantai bawah aku kembali ke lantai dua untuk mengambil buku tulisku. Lorong lantai dua sudah sepi, mungkin karena sekarang hari sabtu jadi teman-teman juga terburu-buru untuk segera pulang. Sebelum mencapai kelas ada deretan jendela yang memperlihatkan isi dalam kelas. Dari jendela paling sudut kulihat Semi mantan pacarku sedang duduk berdua dengan Disa sahabatku, entah apa yang mereka bicarakan. Tapi kulihat Disa menangis dan Semi berusaha untuk menenangkan Disa. Sambil mencoba memeluk Disa, Semi menghapus air mata Disa dan mungkin mengatakan sesuatu tapi karena jarak jadi aku tidak terlalu mendengar apa yang mereka bicarakan. Rasanya meskipun sudah menjadi mantan pacar Semi tapi hatiku tetap saja bergemuruh, ingin rasanya aku marah dan melabrak mereka. Walaubagaimanapun Disa adalah sahabatku yang paling dekat, kenapa harus seperti itu dengan Semi. Karena sudah tidak tahan melihat adegan seperti di sinetron-sinetron itu aku putuskan untuk pulang dan mengabaikan buku tulisku.

Hari seninnya, ada gosip yang mengatakan kalo Disa temanku tersebut hamil. Tak lain dan tak bukan Semi yang dikabarkan sedang dekat dengan Disa adalah cowok yang menghamili Disa. Aku hanya diam menanggapi gosip tersebut, tapi memang hari itu Disa dan Semi tidak masuk sekolah. Gosip memang benar-benar cepat berkembang dalam sekolahku ini. Meskipun cukup kaget juga mendengar gosip itu tapi memang hal yang seperti itu sudah sering terjadi, bulan lalu juga anak kelas sebelah dikabarkan hamil. Karena malas mengikuti upacara bendera hari senin aku dan genk ku seperti biasa bersembunyi dikantin sekolah, setelah menyelesaikan makan bakso, aku dan teman-teman se-genk ku kembali kekelas. Kami juga mencoba mencari tahu kebenaran gosip tentang Disa yang juga satu genk dengan kami. Sambil bercerita tentang apa yang aku lihat kemarin saat dikelas pulang sekolah, kami berjalan keluar kantin tapi karena keasyikan cerita tanpa memperhatikan jalan aku menabrak seseorang yang membawa semangkuk bakso.
Karena benar-benar kesal, aku mengumpat dan marah-marah pada orang tersebut yang telah menabrak aku hingga kuah bakso mengotori seragam OSIS SMP putih biru ku.



(yang penting nulis)

No comments:

Post a Comment