dan ketika bayangmu tak lagi ramah akan sapa
bahkan untuk secuil lekuk sabit di bibir
maka monolog luka memandikan metafora yang cerewet berkata-kata
begitu aku
begitu makna
begitu cerita
berkelebat bersama uthopia tanpa realita
dan hnya khayal semata
semakin berlari menunjukan bahwa saat-saat kalah dan kecewa sperti
ini menjadi saat-saat terkuat dalam hidup
dan yakini hidup selalu punya caranya sendiri dalam melobangi
kebuntuan
Dieng-Wonosobo, 9 Maret 2013
Karena R

No comments:
Post a Comment