Laman
Monolog Tak Terdengar
Biarkan skizofrenia menjamah mewarnai mozaik-mozaik hidupku
♥ Label Monolog ♥
Tuesday, November 12, 2013
Mulai Peduli
Haruskah aku tetap peduli,
saat semua yang terasa hanya menyakiti hati?
Iya, sepertinya harus kubuang yang tidak perlu!
Ingin kubunuh rasa itu sebelum ia semakin mengkronis
Inisial B
Pantai Marun, 18 Mei 2013
Pemahamanku
Allah memberi kita mata bukan hanya untuk memandang lurus,
tapi untuk memandang lebih luas
GSG UNNES, 8 April 2013
Rindu
Ketika rindu itu bertanya
Maka jawabannya adalah kamu
Tidak banyak yang kuingin darimu
Hanya
Jagalah kesehatanmu
Untuk seseorang yang samar di hati
Semarang, 27 Maret 2013
Spasi Ini Untukmu
Hingga yang memasung hati berlari pergi
Hingga seluruh kaku berlalu
Aku di sini dengan segenggam spasi untukmu
Maaf jika aku berusaha melupakanmu
Inisial R
Sragen, 22 Maret 2013
Di Ujung Rasa Sakit
dan ketika bayangmu tak lagi ramah akan sapa
bahkan untuk secuil lekuk sabit di bibir
maka monolog luka memandikan metafora yang cerewet berkata-kata
begitu aku
begitu makna
begitu cerita
berkelebat bersama uthopia tanpa realita
dan hnya khayal semata
semakin berlari menunjukan bahwa saat-saat kalah dan kecewa sperti
ini menjadi saat-saat terkuat dalam hidup
dan yakini hidup selalu punya caranya sendiri dalam melobangi
kebuntuan
Dieng-Wonosobo, 9 Maret 2013
Karena R
Berangsur Melupakan
Entah
Sejak saat itu mulai kuceraikan harapku akanmu
Melangkah menjejaki otak yang sempat bayangmu bebal menjejal
Menghapus inisial R
Semarang, 12 Maret 2013
Pengalihan Rasa
Kubiarkan biar-bias kabur bayangmu mendahului kabur berlari
Entah kapan mampu ku tanggap kembali
Dan kini aku menjauh sejauh-jauhnya
Mencoba melupakan inisial R
Mantingan, Jawa Timur 12 Maret 2013
Monday, November 11, 2013
Aku Paham
Memahami
bayangmu yang acuh pada senyumku
Membuatku
semakin akur dengan rasa sakit
Musik
tolong mandikan luka-luka ini
Mencoba
menggiring duka dengan A Little Piece of Heaven
Karena
Inisial R
Semarang 21 Februari 2013
Sakit Ini Sudah Kumiliki
Mencintai tanpa mengaharap dibalas untuk dicintai
Begitu realisasi dari logika yang cerewet berkata-kata
Dan satu-satunya jalan adalah melupakan
Mengenyahkan segala rasa cinta
Agar lepas dari rasa sakit yang begitu menyesak di otak
Membuang segala harap
Pertajam untuk tidak memanja perasaan
Lalu semakin perkuat untuk memelihara logika
Mengikhlaskan waktu kan sembuhkan semua luka yang ada
Masih di inisial R
Semarang, 25 Februari 2013
Monolog tak terjamah tak terjemah
Satu kesalahan yang berujung pahit,
seandainya kamu tahu betapa besar rasa menyesalku ini.
Hingga hanya satu kata yang kumengerti . . . Maaf . . .
Saat masa di inisial R
Semarang, 6 Maret 2013
Monolog Bingung
Membuat segala yang tergula'i terasa mati tak berarti
Lalu harus dengan apa kecewa ini ku eja?
Harus bagaimana sesal ini ku urai agar segera cerai berai?
Harus seperti apa canggung yang teraba ini mampu segera ku lupa?
Sedang sekedar tatapanmu saja sudah membuat otakku purba
#ku tetap menggenggam spasi meski itu berduri
#ku tetap menggenggam spasi meski itu berduri
Untuk yang berinisial R
Semarang, 1 Februari 2013
di dua dini hari lebih 25 menit
Stasiun Yang Sendiri
Saat kamu pura-pura terpejam sesungguhnya aku terajam
Tapi biarlah, sudah ku ajarkan peron itu untuk sekedar bernyanyi
Menghibur sayu mataku
Dan mencelupkan sepi dengan senyum mengembang
Berlarik-larik dengan lori yang berkarat disengat dingin pekat
Besi tua, mulailah berbicara sekedar meracau juga tak apa
Karena kurasa kereta tak kan lewat malam ini
Hingga memberi sepi yang berhembus rapi
Malam ini, sepi lagi
Tanpa rel yang bergemerutuk layak gigi beradu
Malam ini, sepi dicumbui
Stasiun yang sendiri
Sragen, 31 Juli 2013
Subscribe to:
Posts (Atom)

+edit+ps.jpg)
.jpg)
.jpg)


.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)

.jpg)