Ada yang bilang bahwa jatuh cinta bisa membuat seseorang menjadi penyair dadakan. Mungkin itu juga yang terjadi padaku saat itu. Rasa berbunga dalam hati seolah menjadi mesin mencetak kata, terketik-ketik tanpa titik. Jantung yang berdetak menghadirkan sajak. Rapi menyusuri lekuk sabit dalam dupa pemujaan atas nama si dia. Dia yang mampu menjelma ribuan kerlip bintang meskipun langit begitu gelap pekat.
Dia yang kucinta, masih ingatkah dengan ini semua?
Sajak, tolong ingatkanlah ini semua pada dia.
Sajak, semoga dia tak akan pernah berjarak meski seinci pun dari diriku.
Sajak, tolong semogakan.
No comments:
Post a Comment