Monolog Tak Terdengar

Monolog Tak Terdengar
Biarkan skizofrenia menjamah mewarnai mozaik-mozaik hidupku

Sunday, August 10, 2014

Kebebasan vs Kesepian

Kebebasan yang harus kutukar dengan kesepian. Karena kebisingan begitu riuh rendah terlalu menyakitkan telinga, serta belenggu rantai yang terdekap dikedua kaki ku sudah semakin beku dan membuat berdarah. Dan inilah pilihan yang kuambil, kebebasan. Karena aku memang begitu rindu pada sayap hitamku yang terserah akan kukibas sendiri tanpa ada yang peduli. Tidak juga oleh kedua rantai pengikat kakiku yang telah kutanggalkan.

Meski kesepian cukup menyakitkan juga sebenarnya, namun aku rasa ini sepadan dengan apa yang kuinginkan. Aku hanya ingin menikmati udara yang perlahan berubah menjadi angin dan membawaku terbang dengan bebasnya. Bersama malam dingin yang merangkak membawa lamunan bintang gemintang, langitnya yang pernah kucintai. Bersama riak ombak serta pasir yang bertemu buih menciumi kakiku. Atau bersama silau matahari senja yang terkadang membawa berbagai rasa tentang segala hal yang pernah kulewati dengan kebahagiyaan atau rasa pahit.

Inilah pilihanku, meskipun terkadang aku merasa seperti sedang dalam suatu penghianatan, suatu sandiwara dan aku menjadi tokoh antagonisnya. Tokoh jahat yang berpura-pura baik, entah kenapa aku merasa seperti sedang menipu sesuatu atau seseorang tapi siapa? Sekedar memilih untuk tidak menyalahkan diri sendiri, aku rasa aku cukup bisa memaknai mana yang harus kubenarkan dan mana yang harus kusalahkan. Meski pada dasarnya pilihan yang kupilih ini terdapat sisi ‘penghianatannya’ juga tapi kubuat seminimal mungkin dan aku rasa jika pilihan ini tak kuambil pasti aku akan lebih tersiksa, lebih merasa rugi dari sebelumnya. Jadi inilah pilihan terbaik dari yang terburuk (mungkin) ?


No comments:

Post a Comment