Ini adalah program
The Rampoks ke Golden Water alias Banyumas J
Pertama kami semua
janjian kumpul di depan ATM BNI Unnes, pukul 06.00 Waktu Insya Allah molor, dan
bener aja molor sampe jam 8an lebih kita baru memulai perjalanan. Pada tanggal 15 Januari 2014 kami berduabelas yaitu Aku semotor dengan Riwan, Bahol yang semotor dengan Sulthon, Ardit ma Yanrika, Amri sama Prita, Eko boncengan ma Muadi, dan dua sejoli Reza-Jambi, kami ber-6 motor pun siap tancap gas melewati macetnya Ungaran, naik turunnya Temanggung, menembus dinginnya Wonosobo, disengat panasnya Banjarnegara, nostalgia dengan Kota Purbalingga dan Purwokerto lalu menginjak Cilacap untuk pertama kalinya.
Dalam perjalanan pun selain jadi objek bully, aku juga sempat di buat galau karena omongan Riwan hap-hap. Huhu
Jujur aku jadi bengong dibelakang boncengan Hap
tanpa sadar air mata keluar hikz hikz
tanpa sadar air mata keluar hikz hikz
Ampun dah, yah kalian harus tau, aku memang cengeng kawan.
Tapi aku gampang nangis juga gampang ketawa, gampang sedih gampang juga bahagiyanya.
Beda dari orang yang jarang dibuat sedih, tapi sekalinya dibuat sedih duh sedihnya bisa tahunan, marahnya bisa tujuh turunan. (Bukan aku)
Yang begini namanya pendendam, penyakit hati, hidup sekali thu harus dinikmati men, bukan buat menebar kebencian. Rugi dah !! (bukan aku)
Jadi meskipun dibikin nangis juga setelah itu bisa langsung cepat cubit perut gendut Hap, bercanda sama driverku yang 'nganyelke'
(nah yang ini baru aku)
Beda dari orang yang jarang dibuat sedih, tapi sekalinya dibuat sedih duh sedihnya bisa tahunan, marahnya bisa tujuh turunan. (Bukan aku)
Yang begini namanya pendendam, penyakit hati, hidup sekali thu harus dinikmati men, bukan buat menebar kebencian. Rugi dah !! (bukan aku)
Jadi meskipun dibikin nangis juga setelah itu bisa langsung cepat cubit perut gendut Hap, bercanda sama driverku yang 'nganyelke'
(nah yang ini baru aku)
Begitu aku. Begitu sifatku. Sanguin sekaligus Sagitarius.
Dan inilah saat kami
berhenti untuk makan siang, buang air kecil, buang air besar, dan tak lupa
narsis poto-poto. Di Alun-alun Temanggung.
Saat ada motor teman
kami Bahol yang mengalami masalah pada ban belakangnya, kami berhenti di
jalan Wonosobo. Jalan yang berada diantara dua gunung, yaitu Gunung Sumbing dan
Gunung Sindoro, dan ternyata bengkelnya pun dekat dengan BC Pendakian Gunung
Sindoro.
Duh pemandangannya fix subhanallah bingits :p
Duh pemandangannya fix subhanallah bingits :p
Brreemmm... brreeemmmm... motor boleh minjem nih. Punya Eko, temenku se-Karisidenan Surakarta, asal Kleten.
Di Wonosobo pun kami
terkena hujan, meskipun rintik tapi hawa yang dingin membuat badan cukup menggigil
juga. Karena itu aku meminta diantar driverku Kakak Riwan untuk membeli mantel.
Yey jajan mantel baru di Pasar Wonosobo, tapi setelah membeli mantel ternyata udah gak ujan lagi men -____-
Yey jajan mantel baru di Pasar Wonosobo, tapi setelah membeli mantel ternyata udah gak ujan lagi men -____-
Perjalanan pun
dilanjutkan dan tujuan pertama kami adalah Kota Purbalingga. Hemb tak terlalu
meledak-meledak di hati, karena memang aku sudah pernah mBolank ke Purbalingga
jadi ini bukan kali pertama aku maen ke Temanggung, Wonosobo, Banjarnegara, Purbalingga dan Purwokerto.
Inilah saat kami 'ngerampok' di rumah Bahol. Namanya juga The Rampoks, beda dari mBoloank, jadi pasti ada rumah teman kami yang dirampok. Eh ralat, mBolank pun dulu juga 'ngrampok' J
Makasih Bahol udah menjamu kami.
Nah kalo yang ini di
Purwokerto, rumahnya Reza yang juga sukses kami ‘rampok’ sekaligus tempat kami
menginap. Makasih iya Za udah mau nampung kita-kita J
Persiapan tenaga buat tancap gass besok pagi, kami pun tidur terlelap dalam mimpi.
Tarik selimut, peluk mimpi, berdoa mulai, gutnet n' hevnesdrim
Nah perjalanan dari
Purwokerto ke Cilacapnya pun di lanjut keesokan harinya, tanggal 16 Januari 2014
Sangat menjiwai kan yang mau ke pulau yang sering buat nahan teroris, pada ekting jadi teroris nih, maksudnya biar gratis masuknya -___-
Yehaaaa sebenarnya bukan hanya acara The Rampoks nih tapi mBolank juga ngeksis men (emot mringis) bahkan kalo Ardit bilank "track rengkot mBolank lebih tinggi men" sambil berbangga karena kami udah pernah mBolank sampe Purwokerto.
Dan inilah kami
(mBolank) yang selalu menyempatkan diri poto bertiga. Sahabatku, angka 8 ku ^_^
Personil kumplit dan yeah mBolank ngerangkap The Rampoks siap berlayar. Eh tapi sebelumnya kami cikitau cikitau dulu dijalan. Begitu bahasanya Hap-hap menanggapi jalan-jalan berlubang di sepanjang Purwokerto menuju Cilacap.
Yah meskipun ngidam motor Supra ku gak kesampean, paling nggak aku diboncengkan motor Supra nya Hap-hap. Bilang apa? Makasih Hap :))
Nah inilah poto-poto sesaat sebelum kami berlayar menuju Pulau Nusakambangan. Ngelobby bapak-bapak pemilik kapal dengan bahasa dan logat ngapak. Kami hanya kena 12Rb/orang PP.
Yohs kami pun siap berlayar ke pulau negri para tahanan, Pulau Nusakambangan, dan sensasinya men, cikitau cikitau :)
Cikitau-cikitau nya pindah ke laut men :)
Menginjak Pulau Nusakambangan, dengan pasir putihnya yang mempesona. Juga misteri dari benteng yang ada di pulau tersebut, memberikan aura yang berbeda. Namun tak mengurangi keindahan dari pulau para tahanan ini.
Berjalan mengelilingi sebagian pulau, melangkahkan kaki disetapak juga diantara kanan-kiri pepohohonan yang lebat, jalan yang becek, dan dinding-dinding benteng yang telah di selimuti tumbuhan. Juga lorong-lorong benteng yang gelap.
Selain itu juga pemandangan indah pantainya dengan batu karang di sepanjang bibir pantai. Andai aku tidak sedang menstruasi, aku pasti sudah ikut melebur dengan air pantai di negri tahanan ini. Seperti kedua temanku Ardit n' Riwan yang sudah basah-basahan. Aku paling tidak tahan sebenarnya kalo gak ikut basah kuyup nyebur di pantai.
Ciyee suit suit ihirr ada yang pacaran nih, Reza Rafi Fadilah dan Fitria Susilowati alias Jambi.
Poto dipantai berdua, dengan pasirnya, air lautnya, karangnya jadi keinget dulu ada yang pernah nyatain cinta di pinggir pantai juga.
wkwkwkwk ngggg ya sudah lah
masa lalu men :))
Nih aku poto ekting galau dulu :))
Nah adegan ini jangan ditiru, emang aku anaknya gak bisa diem, jadi ada batang pohon meskipun itu tinggi juga wajib di coba.
Ini teman-teman yang sedang menikmati jajanan piknik, dan aku poto mereka dari atas pohon. Pada makan kacang n' pisang, nah aku yang diatas jelas jadi sasaran dari kedua makanan tersebut.
Moment tepat, makanannya pun tepat, posisiku juga tepat.
Moment tepat, makanannya pun tepat, posisiku juga tepat.
Siap deh di bully lagi -____-
Zzzztttttt nunggu yang lagi pada bersih-bersih diri, mending aku tiduran.
Hikz gak puas rasanya karena gak ikut nyebur di pantai.
Hikz gak puas rasanya karena gak ikut nyebur di pantai.
Belum puas satu pantai, kita jelajah pantai di Pulau Nusakambangan yang sebelahnya, kalo gak salah namanya Pulau KarangBolonk (maybe)
Meskipun cuma sebentar tapi paling tidak, karena jauh-jauh sudah nyebrang ke pulau tetangga ini, akan sangat rugi jika tidak melihat pantai yang disuguhkan.
Saatnya say good bye pada Pulau Nusakambangan dan keluar dari pulau, perahu Antonio diterpa hujan rintik-rintik ditambah dengan kecepatan perahu motor yang melaju membuat kami basah dan mata perih karena air laut.
Menginjak lagi Pulau Jawa, kami jajan tahu masak, makanan khas Cilacap, kalo di Sragen mungkin namanya tahu kupat. Rasanya enak dan murah, tapi tetap saja aku gak habis. Satu piring porsinya banyak men.
Kami jajan di pinggir pantai, sembari di bully -____-
huft gak di Semarang, di Blora, di Wonosobo, sepanjang perjalanan, Purbalingga, Purwokerto, dimana-mana, sampe Pulau Nusakambangan
dimanapun tempatnya, aku dibully adalah hiburannya. Hemb... (Kluthik kepala teman satu-satu)
Terkadang ada rasa sebal juga, tapi aku adalah orang yang tidak bisa marah. Kalo sudah seperti itu aku hanya bisa bilang Bully Tanda Sayang (emot melet)
Inilah saat kami di Benteng Pendem, kebersamaan kami dengan poto-poto.
Yey poto depat menyatukan kami :))
Nih poto-poto koplak kami, kampret aku malu gaya begitu. Tapi buat seru-seruan sih. Ardit juga udah berusaha sekoad tenaga men, ngatur camdig biar bisa otomatis berdiri moto sendiri, biar kita semua kumplit poto barengnya.
Dan benginilah hasilnya miring-miring kaya orangnya :))
Tapi kebersamaan dan keseruannya memang tiada duanya kawan.
Disinilah kami juga mengalami kenangan buruk, sayangnya aku tidak mengalami langsung karena saat itu aku tidak ikut sholat di mushola museum, aku ditemani Bahol jajan baju untuk adikku. Beh ketinggalan satu cerita nih?
Dan badan yang begitu lelah rupanya tak membuat semangat kami lelah juga, istirahat sebentar sambil bercanda-bercanda sudah mampu memelekkan kembali mata kami yang sempat sayu dan mengembangkan kembali mata kami.
Perjalanan pun kami tutup, saatnya cuci piring untuk The Rampoks yang udah ngerampok di Rumah Reza. (sambil nempelin sticker di pintu rumah Reza, bertuliskan "rumah ini telah didatangi The Rampoks") hehe
Puas ngerampok sembari mBolank di Purbalingga, Purwokerto sampai Cilacap dan Pulau Nusakambangan.
Selanjutnya ke pulau mana lagi yah? Apakah, yang terdekat dan sudah menjadi target kami yaitu Karimun Jawa? Atau malah pulau impianku sejak dulu, Pulaunya Laskar Pelangi, Pulau Belitong? Atau mengikuti jejak kakak tingkatku, pergi ke Pulau Lombok? Kita lihat saja nanti kawan.
Sekarang saatnya gass pulank kembali ke Semarang :))
Bismillah....
Yehaaa salam sendok dan piring dari The Rampoks. Tunggu kisah perjalanan kami selanjutnya kawan.
To Be Continued . . . .
asyiknya nih bisa liburan hehe
ReplyDeleteLiburan di masa sekarang ini sudah seperti kebutuhan pokok bagi setiap orang
ReplyDelete