Monolog Tak Terdengar

Monolog Tak Terdengar
Biarkan skizofrenia menjamah mewarnai mozaik-mozaik hidupku

Tuesday, February 4, 2014

Monstrologist

Aku tidak begitu kenal dengan sosok ini, hanya secuil yang aku tahu tentang dia. Tapi dari yang secuil itu aku sudah mampu meraup banyak sekali pelajaran tentang hidup. Sosok yang boleh dibilang misterius karena selain kelahirannya di Pontianak dan kesukaannya pada laba-laba, tidak banyak lagi yang aku dan Monster Jackers lain  ketahui tentang dia. Nama aslinya pun kami tidak tahu.

Bagiku selain Rasulullah dan Bapakku, ada dua orang lagi yang bagitu aku idolakan dari pemikiran-pemikirannya, yaitu Bang Jrx (drummer Superman Is Dead) dan Bang Momo (vocalist Captain Jack Band) dan kali ini sosok yang aku bilang diatas tersebut adalah Bang Momo atau Mo Monstrologist nama yang dia pakai. Hingga nama belakang tersebut juga aku sandang.


Berikut ini adalah ide-ide serta kata-kata motivasi dari Bang Momo yang mungkin bisa kita ambil pelajarannya. (Jangan dimakan mentah!!) Aku pun bukan menjadikan ini sebagai inspirasi tapi kujadikan sebuah referensi.

Ini aku copas dari Facebooknya Bang Momo dari tahun 2010 sampai 2012 :

menyuarakan sesuatu bisa lewat apa aja…tertulis ataupun tidak…punya kesempatan yg sama untk buat perubahan…yg penting punya ide dan semangat buat menginspirasi siapapun..

btw…bknnya aku ga punya selera humor…tp klo ditanya tntang hal2 lucu aku ga terlalu bisa jawab…aku bukan “ikon” yg bisa menghibur kalian dgn jawaban2 humor…sekali2 oke lah…aku cuma ga mau jadi yg bukan identitasku…lagi pula tiap orang harus punya cara berfikir masing2 kan??….dan ini caraku…

Tanggapan Tentang ‘’  Anti captainjack”

hmmm…ketika semua bebas berfikir, pasti ada kata setuju dan tidak setuju…wajar aja…bahkan harus ada yg tidak setuju…dari situ kita belajar tentang kekurangan…asalkan…yg benci punya argumentasi bagus buat membenci…jika tidak??…tidak perlu di dengar…

Ketika ditanya : “apa pendapapat tentang Menyalahkan takdir” 

jangankan takdir…mnurutku klo mau jd kuat…jgn pernah salahkan apapun…

Ketika Ditanya :  “ apa  Pendapat abang tentang Musik Hiphop “

aku mencoba respect sama musik apapun…pribadi…aku tipe yg bisa nikmatin musik apapun itu..

SETELAH SEDIKIT INTERVIEW DGN BEBERAPA TEMAN…TERNYATA BEBERAPA UNIVERSITAS DI JOGJA SUDAH LAMA MENUTUP JALAN2 BUAT MAHASISWANYA UNTUK LEBIH BERKEMBANG DI ORGANISASI…KNAPA INI??…APAKAH INI SALAH SATU SEBAB MENGAPA “MAHASISWA” SAAT INI LEBIH MILIH TOPIK “LIFESTYLE” SAAT NGOBROL…BUKAN LAGI PEMIKIRAN2 BARU DARI KESADARAN YG KRITIS…

musik itu kebebasan…jd aku sangat hargai kebebasan… yg mungkin tidak aku hargai adalah jika si “musik” membawakan sebuah ide yg merusak…tp aku pikir itu tidak perlu di umbar…karna tidak semua bisa berpikir lebih

DARI SEGI BAHASA…MONSTER DARI BAHASA LATIN KUNO…”MONSTROS”…YG ARTINYA “PERTANDA”, “MENGINGATKAN”, ATAU JUGA “KEAJAIBAN” DAN DIGAMBARKAN SEBAGAI SESUATU YG JAUH DARI NORMA2 EKOSISTEM…WALAUPUN SELALU DIKONOTASIKAN SBAGAI SESUATU YG JAHAT…TP ITU CMA PANDANGAN SEPIHAK…MONSTER JG BISA BRARTI SESUATU YG “BESAR”…KARNA AKU BERHARAP SUATU SAAT “KITA BISA JADI SEBUAH IDE YG SANGAT BESAR”…WALAUPUN KITA HARUS KELUAR DARI NORMA EKOSISTEM…MARI SATUKAN SUARA TEMAN2!!!…WE ARE MONSTERS…

yg pasti apapun halnya…semua ga 100% buruk…tp aku yakin pertelevisian indonesia…butuh bnyk koreksi…ga boleh jd ajang pembodohan, dan harus jd yg memperkuat bukan yg melemahkan.

PEMANDANGAN PALING MENAKJUBKAN ADALAH KETIKA…”BERDIRI DI LUAR LINGKARAN DAN MELIHAT SEMUA YG TERJADI DI DALAM…LUCU, MENYEDIHKAN, GELI, CAMPUR ADUK JD SATU”…SHOULD I RE-ENTER THE CIRCLE AGAIN??…I DON’T THINK SO..

PERUBAHAN HARUS…TP JIKA DISUSUPI KEPENTINGAN DAN EGO PRIBADI??…SORRY!!…SIAPAPUN TIDAK AKAN DAPATKAN KATA “YA” DARI MULUT KU!!!…

BERHATI2 DGN KATA “TAU”…”TAU” HARUSNYA BERASAL DARI SEBUAH FAKTA, BUKTI, HIPOTESA, DAN KEMUDIAN DISIMPULKAN DGN TINGKAT KEBENARAN DIATAS 80%…”TAU” BUKAN BERASAL DARI “PERASAAN”, KABAR ANGIN, ATAU SEBUAH DUGAAN…”PELIHARA LOGIKA”

JIKA KALIAN MENGHARAPKAN PERUBAHAN DAN MARAH AKAN SITUASI SEKARANG…USAHAKAN ITU DARI PEMIKIRAN SENDIRI DAN DALAM KEADAAN YG JERNIH…BUKAN DARI IDEALISME CONTEKAN DAN BUKAN HASIL “IKUT2AN”…(BERSAMA BUAT JOGJA YG DAMAI)…

AKU JARANG DENGARKAN RADIO…DAN SETELAH AKU AMATI???…KENAPA HAMPIR SEMUA LAGU SEKARANG SELALU “BILANG”…”AKU TAK BISA”…”TAK AKAN BISA”…”TAK MAMPU”…DAN TAK..TAK LAINNYA…HMMM??…BUAT HAL KECIL AJA NYERAH…APA LAGI MERUBAH HAL2 YG ORNG BANYAK BILANG MUSTAHIL??…SEPERTINYA ADA YG GA BERES MA ORANG2 SEKARANG???

TAPI JIKA KALIAN MENDEVINISIKAN KE-3 STATEMENT DIBAWAH INI SEBAGAI SEBUAH “IDEA”…SEBUAH IDE…SEBUAH PRINSIP HIDUP YG LAYAK DIBAGI…MUNGKIN AKU AKAN BERKATA : “MUNGKIN, AKU SEORANG IDEALIST??”…KARNA AKU AKAN SELALU MENCOBA MENERAPKAN SEMUA DALAM MENJALANI HIDUP…MARI SODARA2!!!…DEVINISIKAN ARTI “IDEALISME” MU MASING2…TANPA HARUS MENYERANG “IDEALISME” ORANG LAIN…KEEP THE FIGHT IN A SMART WAYS…

JIKA “IDEALIS” BERARTI HANYA BERKUTAT, BERGELUT, DAN BERDIRI DI TEMPAT YG SAMA…TANPA MENCOBA HAL2 BARU…DAN MEMAKI SEMUA HAL BARU YG DATANG…SEKALI LAGI AKU KATAKAN : “MAAF, AKU BUKAN SEORANG IDEALIST”..KARNA AKU AKAN TERUS BERPETUALANG, BEREKSPERIMEN, DAN MENCOBA HAL2 BARU YG AKU TEMUKAN…KARNA MANUSIA PUNYA KEBEBASAN MEMILIH.

JIKA “IDEALIS” BERARTI MEMPERTAHANKAN SEMUA KESALAHAN YG ADA DALAM DIRI DAN MEMAKI ORANG YG MEMBERI PANDANGAN LAIN…AKU AKAN BERKATA LAGI : “MAAF, AKU BUKAN SEORANG IDEALIST…KARNA AKU AKAN SELALU MEMPERBAIKI APAPUN YG BUTUH PERBAIKAN DALAM DIRI..DAN BERUSAHA MENDENGARKAN SEMUA SUARA YG DATANG DGN SOPAN…

JIKA “IDEALIS” BERARTI TIDAK MAU MENERIMA DAN MENGHORMATI APAPUN YG ADA DI LUAR “KOTAK” KU….AKU AKAN BERKATA : “MAAF, AKU BUKAN ORANG IDEASLIS”…KARNA AKU AKAN TERUS BERUSAHA MENGHORMATI APAPUN..BAHKAN YG BERSEBERANGAN DGN PAHAM KU…

KADANG YG DIBUTUHKAN BUKAN SEKEDAR PERUBAHAN…TP REVOLUSI DIRI…

STOP MEMAKI, MENYALAHKAN, MERENDAHKAN NEGERI INI…YG UDAH NGASI KALIAN TEMPAT HIDUP!!!!…MAKILAH DIRI SENDIRI YG TELAH JADI BODOH, TAK PEDULI, RAKUS, DAN BANYAK LAGI HAL2 BURUK YG TIDAK DISADARI!!!!….TIDAK AKAN ADA KEMERDEKAAN SEBELUM SEMUA BISA BERPIKIR…HAPPY BIRTHDAY INDONESIA.

SEPERTINYA “GALAU” UDAH JADI PIARAAN PALING “NGETREND” BUAT SEKARANG…DIRASAKAN TERUS MENERUS…SAMPE HAL PENTING BERNAMA “SOLUSI”…SAMA SEKALI TIDAK DI CARI…WHAT THE HELL IS HAPPENING??

pemberontak itu seperti tukang sampah…yg membersihkan sampah2 yg sudah lama menumpuk…dan tukang sampah adalah pekerjaan yg mulia…

MENURUTKU AGAMA ADALAH HUBUNGAN PRIBADI ANTARA CIPTAAN DAN PENCIPTA…ITU ADALAH HAK ISTIMEWA DAN SEBUAH PILIHAN…JADI AKU KATAKAN…”AKU MENGHORMATI KALIAN SECARA SAMA, APAPUN AGAMA DAN KEPERCAYAAN KALIAN”…BUAT SEMUA PERBEDAAN LEBIH HARMONIS…JGN MAU DI ADU DOMBA…KITA SEMUA SAUDARA..

ga semua orang slalu menang…coba pelajari devinisi “pecundang”…mnurutku itu bkn hal yg buruk…tidak ada kata “tidak punya nyali”…yg ada “blum punya nyali”…jadi tidak salah kan..klo aku sedikit memotivasi orang2 yg blm punya nyali untuk punya nyali melawan apapun yg menindas mereka

klo masih ada kata “peluang kecil”…itu cuma buat yg ga berusaha…(nonton sinetron ga bakal membantu)…aku yakin, kalian2 masih bisa makan ma tidur di tempat layak…itu aja udah cukup buat datangin pemikiran2 baru buat maju…stop liat keatas dan fokus ma apa yg mau kalian buat…sikap manja ga akan bawa kalian kmana – mana…

kalian kalah..karna kebanyakan “alasan”…nyalahin orang lain dan situasi ga kan bikin kmu jd kuat…boleh percaya boleh tidak..

KITA BERSAMA – SAMA DISINI BUKAN HANYA UNTUK BERSENANG – SENANG, MELEPAS EMOSI, DAN BERKUMPUL… SIAPKAN DIRI KALIAN SEMUA BUAT TUJUAN YG LEBIH BESAR…SIAPA TAU SUATU SAAT KE DEPAN KITA HARUS AMBIL BAGIAN MENJATUHKAN ORANG – ORANG BESAR YG TIDAK SEHARUSNYA DIATAS…SIAPKAN DIRI SODARA2 KU…MUNGKIN SUATU SAAT…

buatku…agama itu hubungan individual antara seseorang dgn penciptanya…jd tidak ada yg berhak men”judge”…

APA DEVINISI KUAT SALAH SATUNYA ADALAH : “TIDAK MERASAKAN SAKIT ATAS APAPUN HAL MENYAKITKAN YG SEDANG BERLAKU PADA FISIK ATAUPUN MENTALMU”??…TERKADANG TIDAK SEMUA HAL BISA DIUKUR DGN PENDAPAT “UMUM” DAN PENJELASAN NORMATIF…A BIT FUCKED UP BUT THATS LIFE.

I AM WHAT I AM…I DO WHAT I DO…JADI JGN BANYAK MULUT, AKU YAKIN ANDA PUNYA URUSAN SENDIRI UNTUK DIURUS…??…KLO TERNYATA TIDAK PUNYA??…MUNGKIN ANDA PATUT DIKASIHANI…GET A JOB MAN!!!…I THINK THATS A GOOD ADVICE..

“Perkuat misi kalian di musik, sekarang banyak anak muda yang tidak percaya dengan politik, usahakan mereka mengidolakan musisi yang cerdas”

KEBUNTUAN CMA TERJADI KTIKA ORANG BERHENTI BERFIKIR DAN TIDAK FOKUS DGN YG DIKERJAKAN…BERAPA BULAN KEDEPAN TIDAK AKAN ADA RUANG UNTUK “KEBUNTUAN”

SEPERTI KATA SAYA SEBELUMNYA….”BUANG YG TIDAK PERLU”….

AKU LIHAT YG INGIN AKU LIHAT, DENGAR YG INGIN KU DENGAR, LAKUKAN YG INGIN AKU LAKUKAN..DAN TAK ADA YG BISA MELARANG…WHAT A LIFE..

WAKTU TIDAK MUNDUR..

SEPERTINYA SEMAKIN BANYAK MANUSIA BERGENDER LAKI2 YG SUDAH TIDAK TERTARIK MENJADI “LAKI2 SEJATI” ATAU SETIDAKNYA BERBUAT SEPERTI SEORANG LAKI2???…PATHETIC!!!..

ALBERT EINSTEIN PERNAH DIANGGAP GILA KARNA TEORI RELATIVITAS, THOMAS ALVA EDISON DAN FRIEDRICH NIETZCHE JG MENGALAMI PENGHAKIMAN SERUPA DR BANYAK ORANG…HMMMM??…KENAPA BANYAK ORANG SELALU TAKUT DGN SESUATU YG BARU DAN BEDA??…DAN BAGI YG “BERBEDA” AKU HARAP KALIAN TIDAK PERLU TAKUT DICEMOOH, DIHINA, ATAU APAPUN…KANA MUNGKIN??…MEREKA CUMA TAKUT DAN “TIDAK MENGERTI”..

KADANG JALAN TERAKHIR UNTUK MERUBAH SEBUAH DUNIA YG BUSUK ADALAH MEMBAKARNYA, MERATAKANNYA DGN TANAH, MEMBUANG SISANYA…LALU MEMBANGUNNYA DARI AWAL DGN DETAIL TANPA MEMBUAT KESALAHAN2 YG PERNAH DIBUAT…

tetep melakukan hal sama saat hinaan yg datang…”diam” dan “berpikir”…lalu memutuskan apakah ada hal yg bisa diambil…

tangan cma simbol…kepalin tangan dalam kepala udh cukup buat motivasi..semoga lebih kuat

APA YG ANDA LAKUKAN KETIKA ADA ORANG2 DENGKI MULAI CEREWET SANA SINI??…KLO SAYA??…I’LL SAY “FUCK EM”…DAN BERSUKUR TERNYATA SAYA DI BERI SESUATU YG LEBIH…

APA  YG ANDA LAKUKAN KETIKA BEBAN DI PUNDAK ANDA SUDAH BERLEBIHAN???…….MENURUT SAYA?? ……”BUANG YANG TIDAK PERLU!!!”

hal paling bodoh yg dilakukan manusia kadang adalah nyiksa diri dan ngorbanin diri buat “rasa”…menurutku yg terpenting adalah hidup harus tetap maju dan lebih besar…itu cma pembatas kecil…satu kata…dobrak!

masa depan selalu penuh dgn teori probabilitas…dgn skill, jati diri, di campur dgn prinsip bisa memperkecil persentase probabilitas….dan aku rasa tanda seru tidak diperlukan

klo itu yg kmu cari…silahkan cari di tempat lain…maksudku banyk band lain yg bisa jd referensi buat itu…tapi kami adalah apa yg kami tulis…menurut kami dunia harus “balance”…jika semua putih..biar kmi tetap jadi hitam..:)

bukan…tp tiap orang harus tau tempatnya dmana…kmi cma penyeimbang…krna ktidak puasan jg punya tempat dlm hidup..itu salah satu hal yg bikin manusia menjadi lebih “aware”…contoh…bahkan belatung yg menjijikan buat sebagian orang pun punya tugas di alam yg mungkin sam penting dgn lebah madu…that’s balance

manusia adalah makhluk sosial dan “INDIVIDUAL”…jgn lupa itu!!..mau sendiri atau ada orang lain HARUS tetep bisa hidup…udh mengerti sifat pengecut menyebalkan bukan??..di diri sendiri atopun orang lain..brarti ga ada kata MEREKA disini..HARUSNYA ada usaha buat jadi lebih berani…JALAN DI TEMPAT bukan hal bagus menurutku bro…kadang keberanian, kekuatan, dan teman2nya itu musti dpaksakan…dan sifat2 laennya yg berlawanan jgn sampe DI PIARA..

.kmi mungkin terlihat seperti orang2 marah..tp kami berusaha marah dgn sopan dan penuh pemikiran…itu yg disebut MONSTER’S…jd aku jg minta maaf atas reaksi teman2 sepemikiranku..klo mereka menggunakan kata kasar…mungkin kita semua suatu saat bisa lebih bijak dalam bersuara..

di politik isinya cma orang2 tua yg sudah sulit dirubah…budaya buruk yg sudah mendarah daging…aku lebih fokus memancing generasi kalian buat keluar dari budaya2 lama…karena itulah captain jack..

jgn jadikan aku inspirasi bro…jadikan aku cma orang2 pemberi referensi sama sperti orng2 laen yg ngasi kmu referensi tiap hari…

berantakan sekarang..apa jg berantakan nanti??..klo berantakan udh coba buat dibenerin??..karna klo kita terus teriak idup berantakan tanpa kita teriak “pasti bisa bener lagi”…brarti aku ga bisa kasi saran apa2 bro…masalhnya bukan di idupmu…tp di KAMU… 


Monday, February 3, 2014

Puisi kiriman tentang ilalang

Ini adalah puisi kiriman dari temanku yang kukenal lewat we chat, pertama aku tidak begitu peduli pada dia bahkan setelah gak sengaja bertemu dengan dia. Hey dia juga yang pertama ngenalin wajahku lho ya. Busyet peduli amat ya?? Padahal aku sih cuek. #lihatkearahlain

Ditambah karena wajahnya yang cakep berkesan playboy bikin alarm 'cuekin' yang ada pada mataku langsung aktif begitu aku lihat dia. (emot ngupil)
Well, tapi semua berubah saat negara api menyerang *ehh salah
semua berubah saat aku gak sengaja baca statusnya di facebook, apa yang terjadi? Hell, aku jatuh cinta sama puisinya!
Berikut adalah puisi yang dia kirim ke aku J


Hei..
Apa kau ilalang itu.??

Benarkah kau ilalang.??

Semenit yang lalu q memandanginya.

Benar benar penuh tekanan.

Ayunan itu..

Apa kau kuat.??

Apa memang kau sudah terbiasa.??

aku tetap memandangnya,berharap mendengar keluhannya..

Detik seperti menderu..

Rangka langit mulai terasa kosong..

Mendung..

Dan rintik hujan yang mungkin dirindukan seseorang dari alam lain mulai terjun..

Aku masih saja memandanginya,mulai bersahabat entah beberapa waktu yang lalu..

Apa kau masih kuat.??

Kau seperti lelah.??

Bicaralah.!!

Aku akan tersenyum menopangmu..

Dia tetap diam..

Dia tetap kokoh dengan badan yang ramping itu.

Langit seperti kasihan..

Mendung menggulung,sedikit cahaya hangat mulai melongok..

Aku yang sedari tadi bersama sahabat baruku..

Aku yang sedari tadi bersama ilalang..

Mulai mengerti persamaan..

Mulai mengerti apa itu kuat..

Mulai mengerti apa itu rindu..

Mulai mengerti apa itu indah..

Dan biarlah pelangi yang mulai mempercantik diri itu ku selipkan diantara rapuh putikmu..

Aku merindukannya ilalang..

Dan kami terdiam..


by  : Luminous Arc (Mas Mudji)


Saturday, February 1, 2014

Puncak Pertamaku pada 2050 mdpl

Dilatar belakangi karena buku-buku lyric lagu OST. Anime ku jaman aku masih SMP yang sukses jadi bahan bakar memasak, maka kuciptakan blog ini. Aku rasa buku-buku antologi puisi dan buku cerpen ku tidak boleh mengalami nasip yang sama seperti buku lyric lagu yang di dalamnya juga terdapat gambar-gambar anime buatanku sendiri. Sungguh sedih :( hikz hikz
Jadi setiap kisah memang haruslah dirumahkan. Agar tidak jadi gelandangan atau lebih kerennya tuna wisma. Duh Jangan deh.
So This is it, Rumah Monolog.

Kali ini aku akan bercerita tentang pendakian pertamaku, yaitu di Gunung Ungaran. 



Pendakian pertama dan Alhamdulillah dapat puncak pertama juga, dengan ketinggian 2050 mdpl, kembali kuucapkan Alhamdulillah lagi karena menjadi pengalaman yang bagitu istimebret buatku. Karena yang pertama memang selalu menjadi yang paling istimewa.


Pendakian ini dalam rangka merayakan Ulang Tahun Exsara yang ke-3, pada waktu itu aku sebagai calon anggota Exsara wajib mengikuti kegiatan ini. Meskipun pada saat itu aku dihadapkan pada pilihan yang sulit, tapi inilah pilihan yang kuambil, ikut dalam pendakian, dan tidak mengecewakan dengan kata lain aku memilih pilihan yang tepat akurat.


Perjalanan dimulai dengan armada truk dari kampus tercinta UNNES sampai kami diturunkan di samping sebuah SD yang kulupa namanya. Lalu dilanjutkan dengan berjalan kaki sampai Post Mawar.


Dan di Post Mawar ini ternyata terdapat warung makanan. Sekedar mengisi perut, es marimas dan tempe mendoan pun tiba-tiba sudah berpindah tempat. Selesai maksiat (baca : makan, istirahat dan sholat) kami pun disiapkan untuk memulai pendakian. Melewati medan dengan track naik dan turunan, melewati jurang, melewati kolam renang, air terjun, kebun kopi, kebun teh. Dan setiap moment tak lupa kami sejarahkan dalam bentuk poto-poto ^^


Lelah perjalanan dengan dahaga yang menyekat tenggorokan, Alhamdulillah banget dipertengahan sebelum kolam renang terdapat sumber mata air. Mengambil secara manual langsung dari sumbernya dan ketika air tersebut mengalir melewati kerongkongan gleg ahhh terdengar bunyi "suegeree" secara ajaib. Hahaha itulah yang melatari jargon Exsara Suegeree.



Kurang sempurna kalo setelah perjalanan nan membanjirkan keringat tersebut kami tidak menikmati segarnya air kolam renang. Tapi rupanya ini hanya dilakukan oleh kaum dengan gaya pipis berdiri saja, kami para kaum wanita sudah harus cukup puas dengan hanya mencelupkan kaki di kolam dengan air warna hijau tersebut.



Selesai jeblur-jeblur kami pun kembali melangkahkan kaki menapaki jalan dengan pemandangan kanan kiri kebun kopi lalu kebun teh. Hingga tiba di penginapan-penuh-dengan-rasa-kebersamaan-dan-kekeluargaan yaitu di Desa Promasan. Selesai meletakan bawaan, kami pun diajak mengelilingi goa. Kegiatan yang ini dinamai Menelusuri Jejak Imperialis Jepang di Desa Promasan Lereng Gunung Ungaran dalam kurung Goa Jepang. Begitulah.


Selesai menelusuri jejak imperialis Jepang, kami dipersialahkan untuk bebas melakukan apa saja. Babas asal tidak membahayakan dan tidak merugikan. Ada yang sholat (nah yang ini wajib didahulukan) ada yang tidur, ada yang ngobrol. Bagi yang kelaparan, ya memasak bekalnya. Bagi yang penasaran, dia akan jalan-jalan disetapak dengan pemandangan kebun teh. Bagi yang gadis sekali maka dia buru-buru ke kamar mandi terdekat, buat apa lagi kalo bukan buat mandi. Bagi yang narsis maka akan menggunakan pemandangan yang mempesona tersebut untuk poto-poto. Disinilah terlihat gerombolan-gerombolan dengan jenis masing-masing. Aku termasuk komplotan yang duduk di lapangan ngobrol, jajan, becanda-becanda dan poto-poto itu jelas. Walaupun begitu setelah itu ya tetap antri buat mandi bersih diri.




Acara selanjutnya adalah makan malam dilanjut kearaban, kami berkumpul bersama. Ada pengenalan divisi, pengenalan tentang sejarah Exsara, ada stand up comedy, ada bercanda-bercanda bersama, seru pokoknya.


Poto diatas itu aku yang tiba-tiba jadi jayengan dadakan :) hehe


Ada yang bobo imut juga diantara senior-senior yang sedang menjelaskan alias mengisi acara. Yah dimaklumi mungkin sudah sangat capek.


Tapi kalo untuk aku pribadi sebagai penderita insomnia-akud jelas tidur pada jam yang bahkan belum menunjuk angka 8 pasti akan ditertawakan oleh bantal. Huhu belum ngantuk sekaligus karena aku sangat antusias dengan acara yang disuguhkan tersebut jadi mata melek dan masih sangat semangat. Fire~

Kami yang berniat bulat untuk naik ke puncak dibangunkan Pukul 01.00 WIB untuk memulai perjalanan. Aku sih jelas ikut karena memang benar-benar menggebu, aku pikir semua yang mengikuti acara ini pastilah ikut, tetapi ternyata ada juga yang merasa tidak enak badan dan tidak ikut ke puncak, yah rugi sekali. Tapi memang lebih baik begitu daripada memaksakan diri, karena memang malamnya hujan mengguyur dan memberikan hawa dingin yang menusuk. Ditambah medan yang akan dilewati pastilah becek dan licin hasil dari hujan kemarin.


Untukku pribadi ini adalah pendakian pertama yang jelas begitu kunikmati setiap langkah kaki yang harus pintar-pintar dalam memilih pijakan. Hawa dingin tak terasa karena terus berjalan sambil mengobrol dengan teman. Pemandangan gelap dengan hanya bersinarkan cahaya senter. Diantara kata "kurang lima menit lagi" yang diucapkan oleh senior juga teriakan "Exsara" yang harus kami sambut dengan teriakan "Suegeree" sesemangat mungkin semua itu memacu kami untuk terus mendaki.

Dan taraaa . . . .
Aku yang banyak berhenti istirahat ternyata menjadi salah satu yang tercepat sampai puncak. *angkat topi*


Yey itulah ekspresi kegembiraanku, meskipun sampai puncak pun masih saja gelap. Mataharinya masih tidur, jadi kami harus menunggu untuk melihat sunrise. Sembari menunggu kami pun mencari yang bisa dibakar, kayu kering, daun kering, bungkus mie, sampah, kenangan *ehh
Pokoknya yang bisa dibakar untuk membuat api unggun kecil. Karena di puncak dingin bbbrrrr~


Menghangatkan diri men, gak lucu kan kalo tiba-tiba aku jadi Nami beku.
Dan yang kami tunggu akhirnya datang juga. Menantikan detik-detiknya dengan poto-poto bersama. Mengabudikan *ehh salah maksudnya mengabadikan moment bersejarah kami di puncak Gunung Ungaran.


Selain poto-poto juga membuat video, maaf jika video dari hape The Riwan's tidak bisa aku bagi disini, karena aku rasa itu cukup menjadi video kenangan pribadi saja, hehehe ngeles. Padahal sih emang aku belum ngerti cara upload video dalam blog. Ribet juga (maybe)


Kebersamaan yang kami bingkai dalam setiap poto dan kenangan manis dikepala.



Segala makna dari mendaki sepertinya sudah kuceritakan gamblang dalam diary onlenku yang sebelumnya, yang berjudul Failed Mt. Lawu 3265 mdpl 
Jadi tidak kupanjang lebarkan lagi segala bla bla bla tentang tujuan, fungsi, manfaat, hasil, keuntungan, semua yang berbentuk keformilan.



Menatap matahari terbit yang Subhanallah indahnya. Penantian yang kunamai Ngenteni Srengenge Jedul ini ternyata lebih indah dari yang kubayangkan. Gak bisa diungkapkan dengan kata-kata, semua tercekat ditenggorokan namun tergambar jelas dalam ingatan.


Bagaimana sebuah perasaan harus melukiskan pemandangan yang luar biasa indahnya? Yah ini pun baru secuil yang bisa kami nikmati dari seluruh keindahan yang Allah ciptakan.


Mamandang suguhan alam yang menakjubkan sambil mencipta sepotong puisi. Bermonolog ria yang kujuduli Negri Diatas Awan :)


Dan sesi poto-poto pun masih belum usai, ternyata kami memilih tempat yang sangat bagus untuk berpoto. Yah meskipun dengan kata lain kami cukup jauh terpisah dari rombongan lain.




Menciptakan sejarah secara langsung, dengan slogan "tidak mengambil apapun kecuali poto dan tidak meninggalkan apapun kecuali jejak"



Waktu bercinta sekoead tenaga dengan pemandangan indah Puncak Ungaran pun harus disudahi dan harus lambaikan tangan pada suasana di puncak. *cium jauh n' daa daa*

Thursday, January 30, 2014

Pahlawan Nasional Ber-Etnis Tionghoa Yang Pertama

Salam Suegeree,

Jika Historia dalam edisi bulan lalu mengulas tentang sejarah lokal dari pulau kecil nan indah–Lombok, maka dalam edisi kali ini membahas tentang salah satu pahlawan nasional. Buleexs yang mengangkat tema Bulan Pahlawan, mencoba mengulas sosok Laksamana John Lie yang akhirnya ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional pada tanggal 10 November 2009 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Sehingga dengan begitu Laksamana John Lie merupakan warga negara Indonesia ber-Etnis Tionghoa yang pertama tercatat sebagai pahlawan nasional. Namun siapakah Laksamana John Lie tersebut?

Laksamana John Lie yang juga dikenal dengan nama Jahja Daniel Dharma ini lahir di Manado, 9 Maret 1911 dan meninggal di Jakarta pada 27 Agustus 1998. Oleh Presiden Soeharto pada tanggal 10 November 1995, salah satu TNI Angkatan Laut ini menerima Bintang Mahaputera Utama, sehingga Almarhum dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata.


Pada mulanya putra pasangan suami-istri Lie Kae Tae dan Oei Tjeng Nie Nio ini bekerja sebagai mualim kapal niaga milik Belanda hingga kemudian bergabung dengan Kesatuan Rakyat Indonesia Sulawesi (KRIS). Setelah diterima di Angkatan Laut RI,  John Lie bertugas di Cilacap dengan pangkat kapten. Di pelabuhan ini dia berhasil membersihkan ranjau yang ditanam oleh Jepang untuk menghadapi Sekutu. Lalu atas jasanya, John Lie dinaikan pangkatnya menjadi mayor. Sejak saat itu dia memperlihatkan kemampuannya sebagai patriot sejati, di awal kemerdekaan RI John Lie juga ditugaskan mengamankan pelayaran kapal-kapal yang mengangkut komoditas ekspor Indonesia untuk diperdagangkan ke luar negeri.

Dalam operasi mengawal kapal pengangkut karet 800 ton yang kemuadian diserahkan kepada kepala perwakilan RI di Singapura. Karet dan hasil bumi yang lainnya tersebut dibawa ke Singapura untuk dibarter dengan senjata yang akan digunakan sebagai sarana perjuangan melawan Belanda. Perjuangan John Lie tidak ringan mengingat kapal-kapal Angkatan Laut Belanda sangat sering berpatroli. Ditambah harus menghadapi gelombang laut yang besar untuk ukuran kapal Indonesia yang belum secanggih kapal saat ini. Kapal kecil cepat tersebut bernama The Outlaw, paling sedikit John Lie melakukan operasi ‘penyelundupan’ 15 kali dan ketika membawa 18 drum minyak kelapa sawit, John Lie sempat ditangkap oleh perwira Inggris. Namun di pengadilan Singapura, karena tidak terbukti melanggar hukum maka John Lie dibebaskan.

Laksamana John Lie juga terlibat aktif dalam sejumlah operasi penumpasan pemberontakan di dalam negeri seperti Republik Maluku Selatan (RMS), Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII), dan PRRI/Permesta. Pada tanggal 1 Mei 1950 Menteri Panglima Angkatan Laut Raden Soebijakto memerintahkan kapal perang Angkatan Laut untuk melaksanakan blokade di perairan Ambon. John Lie menjadi komandan kapal-kapal korvet RI Rajawali, bersama KRI Pati Unus yang dikomandani Kapten S Gino dan KRI Hang Tuah yang dipimpin oleh Mayor Simanjuntak. Pendaratan di Pulau Buru dilaksanakan pada tanggal 13 Juli 1950. Di bawah komando Mayor Pelaut John Lie, pendaratan  juga dilanjutkan di Pulau Seram dan Pulau Piru. Melalui tiga titik ini dan dibantu kekuatan gabungan TNI, pasukan RMS pun terdesak hingga pada 15 November 1950 operasi pembersihan RMS di Ambun dan sekitarnya pun selesai.

Untuk menumpas pemberontakan DI/TII yang pertama kali muncul di Jawa Barat pada 1949 yang pengaruhnya meluas hingga ke Aceh 1950 dan Sulawesi Selatan pada 1953, Presiden Soekarno memerintahkan operasi militer dan pemulihan keamanan yang melibatkan seluruh elemen pertahanan, termasuk TNI AL. Jadi, kapal TNI AL yang menggelar operasi patroli pantai pada saat itu dipimpin oleh Mayor John Lie. Juga pada 1958 pemerintah menggelar operasi untuk menumpas Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) di Sumatra dan Perjuang Semesta (Permesta) di Sulawesi. Dimana pada saat itu John Lie sebagai komandan letkol yang menjadi wakil operasi gabungan TNI. Dalam operasi ini TNI AL membentuk Amphibious Task Force-17 (ATF-17)  yang dipimpin oleh Letkol John Lie.

Setelah operasi PRRI/Permesta 1958-1959, John Lie dikirim ke India selama setahun untuk tugas belajar di Defence Service Staff College, Wellington. Pada 1960, John Lie diangkat menjadi anggota DPR Gotong Royong dari unsur TNI AL dan pada 1960-1966 menjabat kepala inspektur pengangkatan kerangka kapal di seluruh Indonesia, yang sebelumnya pada 5 Oktober 1961 Presiden Soekarno menganugerahkan tanda jasa kepahlawanan kepada John Lie.

Jiwa patriotisme, cinta tanah air dan membela negara diperlihatkan oleh Laksamana John Lie. Bergabung dengan TNI Angkatan Laut RI pada awal kemerdekaan, sebagian besar hidup John Lie dibaktikan pada negara dan bangsanya di lautan. Karena itu John Lie tidak suka dengan istilah ‘pribumi’ dan ‘nonpribumi’ yang dinilai hanya menyudutkan orang-orang Tionghoa di Indonesia, karena di Indonesia sendiri pada era Orde Baru istilah ‘nonpribumi’ pasti selalu merujuk pada orang-orang Tionghoa dan konotasinya selalu jelek. Menurut John Lie sendiri orang yang tidak mementingkan atau membela nasib bangsa Indonesia, apapun latar belakang suku, ras, etnis, agama adalah pengkhianat-pengkhianat bangsa. Jadi soal pribumi dan nonpribumi bukannya dilihat dari suku bangsa dan keturunan, melainkan dari sudut pandang kepentingan yang mereka bela.

Seperti yang kita ketahui juga bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia ini adalah negara kepulauan dimana sebagian besar wilayahnya adalah perairan, karena itu juga kali ini kolom historia Buleexs menghadirkan tentang kepahlawanan di lautan. Semoga bisa bermanfaat bagi pembaca semua.

Intan_Div.Merpati

NB : Tulisanku yang dimuat di Buletin Exsara edisi November

Homespot Jumadi

Beliau orang yang selalu ngabulin semua permintaanku, selama beliau mampu pasti demi kebahagiyaanku beliau berikan. Beliau juga lah yang rela menyerahkan seluruh dunianya untuk aku. Tak pernah bilang 'tidak' meskipun itu begitu berat untuk beliau lakukan. Hemb terlalu berlebihan gak sih? Tapi ini sungguh nyata, aku merasa beruntung menjadi anaknya. Namanya Jumadi, beliau adalah bapakku.


Aku menulis ini dengan menahan sesenggukan, mencoba untuk tidak melelehkan air yang menggenang di mata. Meskipun dengan pandangan yang berembun namun tiap curahan cerita ini memang harus kutuliskan, sudah lama aku begitu ingin menulis tentang laki-laki yang selalu berjuang buat aku.

Bapak, bagiku bukan hanya sekedar kepala rumah tangga ataupun tulang punggung bagi keluar kecil ini. Beliau adalah orang yang paling luar biasa buatku, laki-laki terbaik yang tiada duanya. Dimana lagi kutemukan orang yang rela memboncengkan anaknya dari Sragen sampai Semarang, padahal anaknya ini sudah besar dan sudah berani melanglang buana kesana-kemari. Hanya agar anaknya bisa mengerjakan tugas kuliah, panas dan rasa capek pun tidak dihiraukan. Ketika sampai di kost pun hanya wudhu, solat lalu memberikan aku uang saku. Sambil kasih wejangan sedikit dan minta maaf karena cuma bisa ngasih uang segitu itupun hasil pinjaman dari sahabat bapak. Setelah bapak pamit pulang, pecah semua air mataku. Seperti sekarang ini, mengingat semua itu saja sudah bisa membuat air mataku tumpah ruah sekarang. Maaf pak anak bapak ini memang cengeng.


Teringat moment Ramadhan kemarin, bagi kami itu adalah Ramadhan terberat sepanjang hidup. Ketika bapak hanya sendiri mengurus rumah, termasuk mengurus semua kebutuhanku dan adikku. Ditinggal ibuku membuat bapak timpang. Terpaksa harus merelakan barang yang begitu bapak sukai dijual. Teringat saat lebaran lalu kami ke rumah nenek di desa, saat sungkem dengan nenek, bapakku menangis tersedu-sedu, seperti seorang anak kecil yang jatuh dari sepeda. Bapak meluruhkan segala rasa sesak yang begitu menghimpitnya. Aku yang melihatnya hanya bisa menahan air mata agar tidak jatuh, tapi akhirnya jebol juga pertahananku saat aku diboncengkan bapak dengan sepeda motor plat merah bapak. Aku menangis tanpa suara dibelakang punggung bapak. Malu kalo ketahuan.


Bapak, dimana lagi kutemukan orang yang saat sahur membangunkanku sambil bilang "ayo tangi, ndank raup sik" hanya bilang seperti itu dan makanan sahur sudah siap dengan teh hangat, kami tinggal makan. Memanjakan anaknya? Itulah bapakku. Orang yang paling gemati sedunia. Pokoknya semua yang pernah berstatus sebagai pacarku, kalah deh sama bapakku ini.



Jaman es-em-a, bapakku yang tiap hari minggu ngasih aku duit 5 ribu, ngasih aku kunci motor dan ngasih aku ijin buat sepeda motoran dihari minggu. Maksudnya biar aku ngerti daerah Sragen, kota kelahiranku sendiri sekaligus biar aku lebih mahir mengendarai motor. Orang yang pertama ngasih aku hadiah sepeda ontel jaman SD karena aku ulang tahun dan yang bikin iri teman-temanku saat aku ditraktir bakso bakar bapak saat aku SMP. 

Orang yang pertama kali ngajarin aku naik sepeda ontel sampe sepeda motor, ya bapakku. Yang pertama kali nemenin aku nonton konser ya bapakku, yang pertama ngajak nonton pertandingan sepak bola ya bapakku. 

Bapak, dimana lagi kutemukan orang yang mengantarkan anaknya tiap pagi ke terminal bahkan terkadang sampai sekolah yang jauhnya sampai 22 kilo. Padahal anaknya sudah berseragam putih abu-abu. Bapakku, yang begitu sering mengantarkan aku, meskipun itu ke potokopian atau ke pasar buat beli baju tas atau betulin jam tangan. Sama bapak saat muter-muter cari sendal gunung, diantar bapak juga pas cari sepatu, masuk distro keluar distro. Seluruh Sragen diubek-ubek sampe nemu sepatu yang pas. Yang nganterin aku ngurus SIM sampe ke Solo, yang nganterin aku ngurus sidang di Salatiga, nganterin ngurus kuliah dan kost di Semarang. Intinya 'tukang ojek' pribadi terbaik sepanjang masa itu adalah bapakku.

Jaman es-em-a juga seringnya ngerjain tugas itu dikantor bapak. Dan bapak pun juga sangat sabar meski nunggu aku sampe malem banget.


Ini cerita saat aku masih duduk dikursi kecil taman kanak-kanak, saat kelas nol kecil, bapak bertengkar dengan ibu, terus bapak minggat dari rumah bawa televisi malem-malem. Aku nangis sambil 'nggondeli' baju bapak biar gak pergi terus ibu yang marah nyuruh ikut bapak saja. Tapi aku takut kalo ibu tambah marah, akhirnya aku hanya bisa nangis di teras berjam-jam. Bujukan apapun gak bisa buat aku masuk rumah atau berhenti nangis. Maklum saja, aku anaknya 'nempel' banget sama bapak, tidur siang aja kalo gak sama bapak pasti gak bisa tidur. Sampe nenek yang ngajak aku masuk dengan nakutin aku kalo dulu pas nenek masih kecil dan dalam keadaan kaya aku begitu dia pernah dipegang sama genderuwo yang jari-jarinya itu segede pisang dan rasanya dingin banget. Aku takut dan akhirnya mau masuk rumah, meskipun nangisnya ya awet. Gak salah lah kalo julukanku jaman dulu itu gembeng kreweng

Entah sampe berapa bulan atau malah tahunan bapak pergi dari rumah, berasanya lama banget. Nah, ada cerita memalukan sampe kuinget hingga sekarang, saat itu dikasih bu guru TK ku surat buat dikasih keorang tua, ibu guru bilangnya suruh ngasih ke bapak lalu aku jawabnya "bapak saya lagi minggat bu". Aku gak tahu itu jawaban yang benar atau salah, yang jelas jawaban polosku itu sampai ketelinga ibu kepala sekolahku. Lalu Ibu kepala sekolah TK ku yang satu RT sama aku tersebut cerita diwarung ibuku pas beli sarapan diwarung ibu, karena saat itu aku ikut bantu-bantu diwarung ibu jadi aku tahu dan malu karena banyak pembeli lain ketawa denger cerita itu. Padahal kalo buat aku yang ngalami semua itu, rasanya dihati nyesek banget :(( Malu ples sedih rasanya.

Pernah jaman kelas satu SD aku dijemput bapak dijajanin bakso di deket stadion. Setelah selesai makan aku diantar pulang diturunin didepan rumah terus bapak pergi lagi. Mungkin saking kangennya bapak lama gak ketemu aku, habis itu aku nangis sampe batuk-batuk terus muntah-muntah. Keluar deh semua bakso yang tadi kumakan.

Aduh rasanya kog ceritanya nangis terus yah? Yodah kita lewatin aja bagian yang nangis-nangis. Nah kalo yang ini cerita saat aku kelas dua es-em-a pas bulan puasa juga, karena aku kepo aku baca-baca sms dihape bapak. SENSOR. Yang jelas sms dihape bapak bikin aku marah aku emosi aku benci sama bapak. Aku banting pintu didepan wajah bapak terus dari dalam kamar aku teriak-teriak marah sama bapak. Nangis "pak aku iki ketimbang ibuk nu asline luwih sayang ro bapak, tapi bapak malah koyo ngunu" dengan suara yang serak karena nangis dari dalam kamar aku teriak-teriak. (Maaf kalo dibosankan dengan tangisan) Sampai paginya aku gak mau sekolah pengennya mati aja, mata sembab dengan pergelangan tangan kiri yang merah-merah berdarah. Hasil goresanku sendiri dari silet kecil tapi tajam. Gelap mata yang dipikirkan hanya aku mati biar bapak kapok. Huft... memang menyakitkan ketika orang yang paling disayang mlah mengecewakan.

Terlepas dari kisah suram diatas, sampai sekarang bapak tetap jadi laki-laki terbaik nomor satu buatku. Yang begitu sabar dan selalu berusaha menuruti kemauanku sebisanya. Bapakku yang pagi-pagi benar mengajakku jajan 'ngiras' soto kwali, berada diboncengan bapak membuat mataku panas terus diam-diam nangis. (duh kan ada adegan nangis lagi)


Bapakku yang paling rajin mengingatkanku kalo aku malas sholat, yang ngebangunin aku jam 3 pagi buat belajar kalo pas waktu-waktu ujian. Bapak juga yang selalu ngajarin aku untuk 'ngajeni' biar ngerti tata krama unggah ungguh karena memang aku tinggal di Sragen yang notabene adat Jawanya begitu kental bahkan lebih ketat daripada Surakarta yang sekarang sudah 'tercemar' oleh pengaruh dari luar.

Dengan semua kenangan yang begitu banyak dengan bapakku, kenangan indah saat diajak bapak liburan, katam seluruh Jogja, katam seluruh Solo, Tawangmangu, Wonogiri, kenangan pahit pas jatuh di Magetan, seneng luar biasa pas diajak ke Malang, atau sekedar liburan di waduk saja. Kecukupan fasilias dari bapak yang bahkan tanpa aku minta.

Bapakku, ibarat sebuah jaringan wifi gratis, seperti yang bapak pasang dirumah. Modem internet rumah yang begitu memudahkan anak-anaknya diera globalisasi ini. Jadi adikku tidak perlu lagi seharian nginep di warnet yang entah tidak bisa dipantau sedang mengakses apa saja disana. Aku juga tidak perlu lagi malem-malem ngerjain tugas di kantor bapak, meskipun terkadang kangen juga dengan suasana kantor bapak.
Jadi benar kalo bapak itu ibarat jaringan internet gratis, yang memfasilitasi kami dengan banyak hal yang kami butuhkan. Termasuk kasih sayang dan kehangatan keluarga.
Homespot Jumadi, bukan hanya sekedar nama koneksi internet dirumah. Tapi ini benar-benar bapakku.


Bapakku, dengan segala tenaganya meskipun bapak orang yang tidak suka banyak omong, tapi melalui semua tindakannya aku tahu bapak sangat sayang sama aku. Kami memang tidak diajarkan buat saling mengungkapkan kasih sayang dengan kata-kata manis, tapi kami diajarkan untuk mengalirkan semua kasih sayang dalam setiap tindakan. Semampunya, setiap kesempatan, dan semua mengalir dengan tulus bahkan tanpa sadari.