Aku
bayangkan wajah kedua orang tuaku yang berada di rumah. Meskipun banyak
pertengkaran tapi sampai sekarang syukurlah semua masih utuh, keluargaku masih
genap. Kedua orang tuaku, yang awalnya beda keyakinan nyatanya bisa bersatu. Tapi
kenapa kita yang sama-sama seiman harus dihadapkan pada kenyataan yang begitu
sulit. Kenapa orang tuamu harus mempersulit dengan syarat yang begitu susah
untuk aku terima. Rasanya tidak adil untuk orang tuaku. Kedua orang tuaku yang
menyekolahkanku setinggi ini tidak pernah sedikitpun mencantumkan syarat untuk
orang yang aku pilih harus PNS, punya rumah, punya mobil, keturunan ningrat
atau apalah. Ibaratnya orang tuaku, sudah ada yang mau sama anaknya saja sudah
bersyukur. Paling orang tuaku hanya berpesan agar dia yang aku pilih tersebut
harus bertanggung jawab dan gemati. Seperti syarat pada umumnya. Tapi kenapa
orang tuamu harus menetapkan syarat yang begitu sulit untuk kupilih. Menyesakkan
rasanya :’( Aku sudah banyak berharap dan mereka-reka masa depan denganmu, tapi
seakan semuanya direnggut tanpa sisa. Tentang ini semua aku hanya pasrah untuk
kedepannya. Aku merasa buntu.

No comments:
Post a Comment