Saat aku
ditinggalkan begitu saja tanpa ada kata perpisahan, tanpa ada kata putus, tanpa
ada secuil pamit yang terselip dari mulut seorang yang selama ini selalu bilang
cinta ke aku. Saat aku sudah tak lagi pantas untuk lebih lama dinamai pacar
maka inilah yang terjadi, aku dibuang seperti sampah! Tapi ternyata yang terpikir dalam
otakku adalah apakah aku dimasa lalu juga pernah memperlakukan pacarku seperti itu juga? Jika pernah,
berarti aku memang pantas mendapat balasannya. Karma?
“Itu proses
Mon. Saat ini kamu jadi kepompong dalam siklus hidupmu, berat. Ini jalan yang
harus kamu lalui, ini hadiah Mon... Kau tau Mon? Tak akan ada manusia ‘kuat’
tanpa adanya cobaan :)” begitu kata seorang teman curhatku.
Baik, sudah
kuedit sekarang, tak lagi kunamai karma tapi hadiah. Iya, ini aku anggap sebuah
hadiah untukku. Agar aku tidak semena-mena lagi terhadap perasaan orang lain. Hadiah
untukku agar lebih dewasa lagi.
Sedikit
sakit memang, terasa ada yang hilang, tapi tak ada amarah, aku tak pernah
menyalahkan siapapun tentang ini, tidak juga dia, tidak juga aku sendiri.
Tetapi semua ini kuanggap sebagai penampar diriku sendiri agar lebih sadar,
agar aku kapok mungkin. Agar disuatu saat nanti tidak lagi seenaknya memperlakukan
perasaaan orang lain yang sudah tulus benar-benar mencintaiku.
Aku belajar dari hadiah ini J
Terima
kasih untuk seorang yang sudah melepasku tanpa satu katapun, terima kasih juga
untuk seorang teman yang selalu bisa mengingatkanku bahwa selama aku masih
berpijak di bumi ini, maka cobaan akan selalu menempa agar diri semakin dewasa.
Aku belajar lagi sekarang J
Sejuta kata
maaf yang terdalam dari hatiku juga untuk semua orang yang dimasa lalu pernah
aku sakiti. Aku jahat ya? Maaf...

No comments:
Post a Comment